Pesona Ambarawa, Rawapening & Benteng Fort Willem

Benteng ambarawa

Ambarawa yang berada di sebelah selatan semarang memang menawarkan pemandangan alam yang indah, mulai dari landscape kotanya sendiri yang di apit oleh tiga gunung sekaligus, yaitu gunung merbabu, telomoyoo dan ungaran. dari semua penjuru, gunung tersebut terlihat jelas jika tidak ada awan yang mengganggu tentunya. object wisata yang terkenal disana yaitu rawapening.

Rawapening sendiri lokasinya tidak jauh dari pusat kota ambarawa hanya sekitar 5 menit mengendarai motor. karena lokasi ambarawa dihimpit tiga gunung sekaligus membuat geografis ambarawa menjadi cekungan seperti mangkuk, hal tersebut yang memungkinkan terbentuknya danau rawapening.

Railway Ambarawa

Singkat cerita menurut legenda setempat, rawapening terbentuk karena ada lidi yang ditancapkan di lapang, barang siapa yang bisa mencabut lidi tersebut maka akan terjadi banjir seketika.

Kembali ke rawapening, sejatinya rawapening memiliki potensi yang luas mulai dari object wisata sendiri, sebagi tempat budidaya ikan atau pemancingan & yang terbaru sekarang untuk sarana olahraga air. Tetapi dilain sisi ada ancaman enceng gondok yang penyebarannya sangatlah massive, hal tersebut yang membuat rawapening semakin dangkal dan meluas permukaan aira nya.

Sedangkan untuk Benteng Fort Willem atau lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Ambarawa adalah bangunan bersejarah yang berada di Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Benteng yang dibangun pada tahun 1834 dan selesai 1845, ini berada dekat dengan Museum Kereta Api, atau di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa, dan berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa.

Bangunan tersebut sangatlah classic. saking classic nya sampai tidak terawat. tetapi ada beberapa bangunan yang masih dihuni oleh pegawai lapas sebagai rumah dinas. mungkin dalam pandangan orang lapas daripada tidak terawat lebih baik dibuat rumah dinas pegawai saja.

memang tidak ada yang salah jika dipakai untuk rumah dinas, tapi sangat di sayangkan saja bangunan yang penuh sejarah tersebut dipakai rumah dinas, yang mengakibatkan banyak benda aneh seperti tiang-tiang antenna TV,

yang mana menurut saya merusak pemandangan bangunan indah tersebut, lebih baiklagi dirawat keaslian nya daripada malah menambahai unsur-unsur yang modern.

disisi lain masih berdiri kokoh rumah tahanan yang ada komplek benteng, tetapi kondisinya masih terbilang kokoh sehingga masih bisa dipakai untuk rumah tahanan, meski capasitas yang tidak terlalu besar. saya tidak tahu kategori napi apa yang ditempatkan dilapas tersebut karena tidak sempat tanya pada pegawai diarea banteng.

ohiya perlu diingat masuk area benteng tersebut gratis, hanya bayar parkir saja 5k, cukup murah bukan.
tempat ini juga asyik untuk foto selfie atau foto model karena bangunan yang masih classic khas eropa.

Sebenarnya masih banyak wisata di ambarawa yang belum sempat saya kunjungi lagi seperti.

-Museum Kereta Api
-Musieum palagan ambarawa (pertempuran 5 hari ambarawa)
-Stasiun-setaiun ambarawa
-Kebun kopi

dan masih banyak lagi tentunya, semoga suatu saat diberi waktu yang lebih untuk explore amabrawa dan semarang.