Perjalanan Dua Tahun Menjadi Pesco Vegetarian

Vegtarin

Menadi vegetarian mungkin bukanlah sesuatu hal yang menarik untuk sebagian orang. Tapi bagi saya adalah hal yang menarik sekaligus challenge tersendiri . Pengalaman ini sebenarnya sudah lama sekali tetapi baru kali ini sempat saya tulis. October 2012 adalah awal dimana saya memutuskan untuk menjadi pesco vegetarian seutuh nya at least hanya dua tahun saja, bukan tanpa sebab kenapa saya memutuskan untuk menjadi pesco vegetarian.

Cerita bermula ketika di kampus ada dosen olahraga yang bernama bu Meta, beliau usianya sudah 45 tahun waktu itu, Tapi masih terlihat muda. Dia sedikit banyak cerita kenapa dia bisa awet muda seperti itu dan selalu terlihat sehat nan fresh. Dia bilang kalau rahasia awet mudanya karena olahraga, hidup sehat dan tentu nya dia adalah menjadi pure vegetarian.

Sedikit banyak bu Meta cerita mengenai pengalaman dia menjadi vegetarian, kurang lebih sudah 20 tahun dia menjadi vegetarian. Karena saking banyaknya dia cerita mengenai vegetarian diruang kuliah, curiosity saya meningkat, dan setelah jam kuliah selesai saya langsung mencari tahu apa itu sebenarnya “vegetarian” dan apa benefits nya menjadi seorang vegetarian. Hampir setiap hari saya selelalu mencari tahu mengenai vegetarian, sampai setidaknya 7 hari deep learning mengenai vegetarian dan apa benefit menjadi vegetarin.

Ultimately saya memutuskan untuk menjadi “pesco vegetarian”. Bagi yang belum tahu apa itu vegetarin, ternyata vegetarian itu ada banyak macam jenis nya. Salah satunya adalah pesco vegetarian. Berikut beberapa gambaran sederhana mengenai jenis vegetarian :

  1. Vegan:
    Anda hanya makan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian? Anda pastilah seorang vegan. Ini adalah jenis vegetarian ketat. Vegan menghindari semua produk hewani, termasuk telur, produk susu, dan gelatin yang terbuat dari tulang dan jaringan ikat hewan. Bahkan madu bagi banyak vegan masuk “daftar terlarang” karena ini merupakan produk lebah, yang artinya masuk dalam produk hewani.
  2. Semi-Vegetarian
    Anda menghindari daging merah, tapi masih memakan ikan dan unggas. Seorang semi-vegetarian, juga dikenal sebagai flexitarian, pada umumnya mengurangi makan daging mamalia. Anda mungkin hanya makan daging  ayam atau ikan atau bahkan keduanya.
  3. Lacto-Ovo
    Anda menghindari semua jenis daging tetapi masih mengonsumsi produk susu dan telur? Anda kemungkinan besar adalah vegetarian lacto-ovo. Jenis vegetarian satu ini paling umum di Indonesia. Orang dengan jenis vegetarian ini tidak makan daging sapi, babi, unggas, ikan, seafood, dan segala jenis hewan tetapi mereka masih makan telur dan produk susu.
  4. Lacto-Vegetarin
    Anda menghindari semua daging dan telur tapi hanya mengonsumsi produk susu? Anda kemungkinan besar lacto-vegetarian. Diet ini tidak termasuk daging merah, daging putih, ikan, unggas dan telur. Namun, lacto-vegetarian mengonsumsi produk susu seperti keju, susu, dan yogurt.
  5. Ovo-Vegetarin
    vegetarian dan mengonsumsi telur, maka Anda masuk dalam jenis ovo vegetarian. Ya, jenis vegetarian ini masih makan telur, namun tidak sama sekali mengonsumsi daging merah, unggas, ikan, serta produk susu.
  6. Pesco-Vegetarin
    Selain mengonsumsi produk tumbuhan, pesco vegetarian juga makan ikan. Vegetarian jenis ini tidak mengonsumsi produk hewani selain ikan. Jadi, daging merah, unggas tidak di konsumsi, tetapi masih mengkonsumsi telur, serta produk susu.

Setidaknya ada 6 jenis vegetarian yang populer. anda bisa menyimpulkan ternyata saya adalah vegetarin yang tidak begitu ketat karena yang di konsumsi hanya ikan, telor dan susu saja, dan makanan dari daging yang hidup di darat tidak dimakan sama sekali.

Kenapa saya berhenti menjadi vegetarin? well, sebenarnya tidak berhenti seutuhnya, saya hanya rehat dulu menjadi vegetarian. tapi next time saya akan menerapkan kembali untuk menjadi vegetarian. Sebenarnya kalau kita mencari tahu  lebih mendalam, memang hewan yang  hidup di darat cenderung ada banyak resiko daripada hewan yang hidup di air. sample sederhana, kalau hewan hidup di air, itu kita tidak perlu kawatir mengenai apakah itu halal atau tidak, karena hewan hidup di air tidak perlu di sembelih dengan sariat islam. dan daging hewan yang memicu timbulnya hypertensi rata-rata hidup di darat contoh nya seperti kambing.

Sekian dulu cerita sederhana yang saya bagi pengalaman sederhana mengenai menjadi vegetarian. percayalah menjadi vegetarian tidaklah susah. tapi hanya membutuhkan komitmen saja. :)

//sourse: hellosehat.com