Haruskah DSLR/Mirrorles Memakai Teknologi AI untuk Mendapatkan Gambar Lebih Baik?

dscf8371

AI – Artificial Intelligence atau yang lebih dikenal kecerdasan buatan. saat ini teknology AI menjadi primadona di akhir 2017, bahkan penemuai AI lebih berharga daripada penemuan api, CEO Google said. diakhir 2017 atau diawal 2018 adalah maraknya teknologi AI di benamkan dalam kamera smartphone. contoh AI dalam smartphone terbaik saat ini adalah ponsel dari Google, yaitu Google Pixel 2.

So far baru di smartphone saja yang “benar-benar memakai AI”. untuk di kelas kamera Professional belum ada kamera DSLR/Mirrorles yang memakai fitur ini secara Official. mungkin saat ini produsen kamera sudah mencoba menerapkan untuk dipasangkan dikamera tetapi belum secara resmi, mungkin masih tahap testing.

AI itu seperti Nuklir. dimana ditangan orang baik bisa sangat bermanfaat, tetapi kalau di tangan orang jahat bisa jadi senjata yang berbahaya. untuk saat ini AI juga dipakai dalam kendaraan mobil auto pilot, Internet of Thing, etc.

Dalam hal ini saya akan membahas Kenapa AI begitu penting dalam dunia Imaging?

  1. Increase ISO
    Berbicara mengenai ISO, dalam dunia fotografi ini berkaitan dengan Sensor dan prosessor, lebih ke fundamentalnya, tetapi bukan berarti ISO dalam kamera digital itu fixed karena 2 hal tersebut. AI dalam kamera bisa menaikkan ISO tetapi tidak bisa drastis. mungkin hanya 10% dari base Camera.
  2. Increase Sharpness
    Ketajaman gambar memang sangat dipengaruhi oleh kualitas Prosesor, Sensor dan Lensa. tetapi bukan berarti itu tidak bisa di improve. dengan AI kemungkinan besar bisa banget untuk di improve, contohnya saja di smartphone AI nya sudah bisa menaikkan sharpness.
  3. Increase Color Correction 
    Mengenai warna hampir semua kamera digital sekarang sudah memiliki akurasi warna yang baik. bedanya hanya soal ketajaman warna ada yang cenderung soft ada yang cenderung hard ke warna tertentu seperti merah dan biru. tetapi warna yang susah untuk di koreksi adalah skin tone. AI mungkin akan ikut campur untuk memperbaiki skin tone yang tidak proper.
  4. Minimize Shaking
    Shaking dalam fotografi membuat kita jengkel, bagaimana tidak ketika dapat moment bagus tetapi gambar yang di tangkap malah shake, kan jengkel. memang kalau shaking di pengaruhi beberapa hal. dalam physic nya untuk menghindari shaking bisa memakai IBIS (In Body Image Stabilizer) atau juga dengan OIS (Optical Image Stabilizer). dua hal tersebut yang paling berperan banyak dalam mengurangi shaking.
    shaking dalam foto/video bisa di minimalisir dengan penggunaan Gyroscopic tetapi image akan ke crop 5-10%. tetapi dalam case ini saya belum menemukan kamera yang menerapkan sensor gyro untuk menyetabilkan gamabr di kamera mirrorles/DSLR, CMIIW.
  5. Improve Dynamic Range
    Dynamic Range dalam kamera menentukan seberapa bagus kamera itu, semakin tinggi nilai DR dalam kamera berarti semakin mahal pula. karena ini dipengaruhi oleh Sensor dan Prosesor. jika AI ikut serta menaikkan nilai DR, itu berarti menaikkan dengan pure software dengan cara menduplicate gambar dengan nilai exposure yang berbeda dan dijadikan satu.
  6. Membantu mengenali Object.
    Sebenarnya dalam case ini camaera digital lama pun sudah memiliki technology ini, tapi belum se-advance seperti camera ponsel saat ini. mungkin dengan adanya mode pengenalan object, kamera bisa membedakan mana yang akan mendapatkan sharpness tinggi dana mana yang tidak. misal dalam pengenalan tulisan/text.

Kemungkinan masih banyak lagi metode yang dipakai AI untuk membuat gambar lebih baik. saya benar-benar yakin kedepannya tidak hanya smartphone saja yang memakai AI untuk citra gambar lebaih baik, tetapi juga kamera Professional DSLR/Mirrorless, tetapi dengan adanya AI pasti akan mengorbankan waktu dalam proses gambar. dan bisa dipastikan menjadi “Game Changing!”.
for more sample: Visit here